Showing posts with label Faith. Show all posts
Showing posts with label Faith. Show all posts

Setting Your Intention Right

Assalamualaikum wbt

Everyday I wake up, I set an intention to be a better Muslim, a better daughter, a better sister, a better employee. To treat everyone better. To love everyone more.

Everyday, I try to observe closely all the things around me and learn some values from it.

Everyday, I try to set my intention right, to give and gain the best from everyone.

But many times, I failed, and people around me only see the failure part because that is the 'product'. People don't usually see the process. They just want to see the end result. Hence, they see me as a negative person, short-tempered, impatient, easily give up, unfriendly and many more. They don't see what I've done to be a better version of myself. They don't see the tears that fall for having to bear with all the hardships along the journey.

Like a lady who worked hard to bake a cake, but it turned out to be a disaster, and people would just point to her and said, " Your cake is a disaster". 

That's just the right way to reflect the situation that I'm in right now.

Other people don't see the struggle and the pure intention that I have made. That's why it all must start with and come back to Allah, The Most Merciful. The Most Gracious. The Most Understanding. He knows all, and He will grant us all with His blessings, with the goodness that He has promised. It is enough to know that Allah witnesses all of it and I believe, surely He will reward us all for the effort that we have made. Insya Allah.


That Little Hope For the World

Assalamualaikum wbt


I'm always touched by little gestures shown by other people.

Like a Chinese who politely said 'tumpang tanya' when he wanted to ask for directions.
Like a Nigerian Muslim who passed by, greeted me with smile and Assalamualaikum.
And the lady above (third from left), who is not yet a Muslim, but approached us and tell us that she loves the Muslims wearing hijab because they look beautiful, and asked us to wear the hijab on her, right at that moment.

There. Amidst the chaos and extreme terrorism, I believe we still have hope for this little world. Insya Allah.


The Loss

Assalamualaikum wbt

You know recently we lost Opah after a 14 years battle with stroke. Last year, Atok Mujer passed away. He is a familiar figure in Nenek's house whenever we went to Meru because he would always stopped by to have a meal or to just rest. So to not having him around when we came back to Meru was a little awkward at first. One by one has gone from our sight, forever. I have not yet felt any loss among close relatives until Atok Mujer and Opah, and both, hurt. I can't imagine if the time comes for any other more to go, but when it happens, it's on Qadr of Allah, and we have to be patience. Redha.

Yes, the word 'redha' was uttered a lot when Opah passed away. People who came to pay their last respect mentioned the word so many times, especially when they were consoling Atok. Redha means to accept things wholeheartedly. People's loss is a kind of escape for them from worldly trials, and it then becomes a trial for us who are still alive ------ to bear with the pain of losing the beloved ones.

Those loss, brought to emptiness.


Since Atok Mujer passed away, Nenek has moved to Mak Ngah's house because there is no more point of living there, alone. Same goes to Atok now after the loss of Opah. Both house, empty. Opah's bed, empty.

I guess that's what Allah wanted to convey through the loss. The fact that the world is so temporary. That no matter how much we love someone, either one of us will be gone and nothing stays in this world. Everything will be empty in the end. We all die in the end. Nothing lasts. Nothing stays.


A Reminder

Assalamualaikum wbt

You know there are times when we felt that there are too much things to be done, and we started to question ourselves, "why am I doing all of these?". Worst, when we started to came across a feeling of "I don't even get anything from this".

That happened.

And I got this from a dear friend of mine.

Only we know what we had done. Do not expect anything from human. Allah knows all our mujahadah and struggles. Allah knows. 

Yes dear. Allah knows. And He knows all.
A very kind reminder. A very soothing one too.
Sometimes we focused on too much things just to satisfy other people, and to satisfy ourselves, that we forgot the main reason of doing it, and all of it, is solely to gain Allah's blessings. If we could remain the heart to be sincere all the time, we wouldn't be questioning such questions as mentioned above, and we wouldn't be bothered if our works are not appreciated. Because we know, in the end, all that matter is Allah. And that is enough.

May we all be protected from this bad feeling. May we all be granted with sincerity in doing any good things. Insya Allah.


Perhitungan

Assalamualaikum wbt

Aku kira umat sejak adanya internet ini akan lebih banyak hitungannya di akhirat nanti lantaran banyaknya perkara yang telah ditulis dan dikongsi.

Hitungan samada ianya bermanfaat atau tidak.
Hitungan samada melanggar syariat atau tidak.

Aku kira ramai juga tidak sedar bahawa setiap perkongsian dan penulisan alam maya itu adalah sebuah seruan, dan kita akan dihitung, adakah kita juga turut melakukan yang sama, atau sekadar berkata kosong sahaja.



Salam

Assalamualaikum wbt

Sejak beberapa tahun yang lepas, aku mula rajin-rajin amalkan beri salam kepada orang bilamana aku ada peluang. Aku kenal ke, tak ke, aku beranikan untuk mula memberi salam. Kadang pada makcik yang tengah sediakan paip nak cuci tandas, kadang pada staf yang tengah duduk-duduk santai selepas buat kerja, kadang pada staf yang tengah duduk di meja kaunter bila aku lalu depan pejabat, kadang pada pakcik yang sedang siram pokok bunga, kadang pada pakcik yang tengah bersihkan dedaunan kering di tepi jalan, kadang pada pak cik pengawal keselamatan bilamana aku lalu depan post guard. Kadang pada kawan yang aku tiba-tiba terserempak dekat tepi jalan. Kadang pada pensyarah yang kebetulan sedang menunggu sewaktu aku keluar daripada lif.

Salam ni adalah sebuah doa.

Salam bukan setakat diamalkan untuk diucap kepada kakak senior di asrama bila lalu berselisih dengan mereka. Dan bukan sahaja diamalkan ketika berselisih dengan cikgu ketika di sekolah.

Kalau kita boleh buat waktu zaman sekolah dahulu. Kenapa tidak selepas itu? Kenapa tidak sekarang ketika kita kian menginjak dewasa dan lebih mengerti makna adab dan akhlak?

Perkara yang aku amat amat amat suka pada pemberian salam ialah respon yang aku dapat kemudiannya. Senyuman manis, bersama salam yang dibalas. Aih... sangat boleh menaikkan semangat dan menceriakan hari kau! Sangat!

Untuk yang belum pernah cuba, ayuhlah kita amalkan! Percaya pada setiap kebaikan yang kecil, pasti ada ganjaran yang Tuhan telah janjikan. Paling penting sekali, impaknya pada orang yang dihulurkan salam tersebut. Walau tampak sedikit, mustahil tak tersentuh hatinya. Kadangkala, melalui perkara kecil beginilah ada doa yang diutus secara senyap, juga ada kebaikan yang akan tersebar walaupun berskala kecil.
      

Positif #1: Doa

Assalamualaikum wbt



Sepanjang hidup, sudah tentu kita akan berjumpa dengan orang yang bermacam-macam perangainya juga kerenahnya, yang kadang kala buat kita berkata "Ehhh orang macam ni pun ada ke?". Biasa kita dengar cerita orang lain dan anggap itu perkara biasa, tapi bila kita sendiri yang merasa, kita akan sampai ke tahap 'tak percaya' bahawa di dalam dunia ni, ada orang yang pentingkan diri dan menyusahkan orang lain. 

Dalam zaman belajar ni, kau akan biasa dengan cerita-cerita tak puas hati orang ini terhadap orang itu bila tiba bab nak siapkan 'Assignment'. Sebenarnya, bukan takat 'assignment', bahkan tugasan lain contohnya dalam organisasi kepemimpinan, program-program, dan macam-macam. Dan, benda ni, akan berterusan sampailah bila kau kerja sekalipun. Percayalah.

Tapi kalini aku tak nak fokus pada yang negatif. Aku akan cuba bawa kepada sesuatu yang positif.
#twist

Doa.

Semua orang tahu, terutamanya Muslim, betapa pentingnya dan berkuasanya sebuah doa. Betapa sebuah doa mampu mengubah sebuah situasi, mengubah sekeping hati, merealisasi sebuah mimpi. Semua orang juga pasti pernah dengar riwayat yang mengatakan doa seorang saudara kepada saudaranya yang lain itu, secara senyap, adalah antara doa yang paling dimakbulkan.

Persoalannya, sejauh mana keyakinan kita pada hakikat itu? Dan sekuat mana kita bersungguh untuk mengamalkannya?

Sedar atau tidak, kita ini hidup dengan penuh kritikan dan rungutan, tanpa tindakan. Mulut sahaja bising, tapi tiada usaha untuk mengubah keadaan. Walau bagaimanapun, kita juga tak boleh menafikan bahawa setiap orang ada kekuatan dan kelemahan masing-masing. Ada orang dia ada kekuatan untuk 'stand out', berterus terang, lantang bersuara dan menolak ketidak adilan atau perkara yang tidak digemarinya. Tapi kita kena akui juga bahawa ada insan-insan yang memang tiada keupayaan tersebut. Lalu adakah orang yang tiada kekuatan itu tidak ada 'kuasa' untuk mengubah?

Maka, waktu inilah doa memainkan peranan penting. 

Seandainya, kita tiada kekuatan untuk menolak atau menentang perkara yang kita tidak gemar, maka berdoalah kepada Allah agar kita ada kekuatan itu atau setidak-tidaknya, kita berdoa semoga Allah jauhkan kita daripada perkara begitu. Begitulah bila kita mendapati ada perkara yang tidak kita gemari pada seseorang, doalah juga antara penyelesaiannya. Kenapa? Sebab doa daripada seorang saudara kepada saudaranya yang lain itu adalah antara doa yang sangat dimakbulkan.     

Daripada kita terus merungut tentang sikapnya, membicarakan aibnya, adalah lebih baik untuk kita berdoa supaya orang itu dikurniakan kelembutan hati untuk berubah, berakhlak, dan sebagainya. 

Kenapa aku berani tulis ni? Sebab itulah yang aku cuba buat pada seseorang ini, dan alhamdulillah, dengan izinNya, dia sudah perlahan-lahan berubah menjadi lebih baik. 

Apa kuncinya? Positif, bersangka baik dengan Allah, dan yakin dengan kuasaNya juga aturanNya.
Sesungguhnya Allah jualah pemegang hati insan-insan yang lemah ini. PadaNya sahajalah kita berharap. Dan kita juga berdoa semoga Allah lindungi kita daripada sikap-sikap buruk dan negatif yang memudaratkan orang lain. 

Jom doa!


Hijab: The Purpose

Assalamualaikum wbt


#mediaskillsworkshop #designedonpiktochart


From Woman, To Women

Assalamualaikum wbt


It's International Women's Day and everywhere in the social media, lots of posts have been made with woman as the theme.

As I am writing this down, I am feeling so much grateful and blessed to have been born as a Muslim with a decent family background, enough for me to understand that a woman's creation by God is such a wonder, a symbolic of His Greatness and the fact that Islam came to lift up the level of woman and save them from being degraded. 

Being raised in a family where all of the members are female except my father, we deal with so much emotional rages, so much sensitivity and fight over ridiculous matters, which lead to a question "Why don't I have brothers instead?". However, as I grow up, and as each one of us walking towards maturity, I realised that having them in my life are comforting, and I started to see the strength and positive value in them, and while I go through some hardships as they do, I tend to value them even more. Fights reduced as we all grow, perhaps because we are women, so we tend to understand each other even more (emotionally), and try to give support (even in silence) instead of bashing or neglecting. Most of the times. 

So many strong woman figures around us, an inspiration to their family, children, colleagues, students and everyone! Today, we celebrate the women in our life as an honor for their sacrifices, intelligence, strengths, success and many more good qualities. From Khadijah r.a, to the Queen of our heart ----- our beloved Mother, there are just so many incredible women for us to look up to. Today, they are celebrated, not to fight for equality, but to seek for equity, fairness. At the same time, we must not deny the fact that men and women are created for each other and in need to complete each other as well.

We all have a strong quality that can be benefited for other people. 
We all have that one ADVANTAGE that may not have in others. So utilised it. 
To all the women out there, to all the unsung heroines, 
Happy International Women's Day!

So much love from me. 
  

That Muslimah

Assalamualaikum wbt



I'm in the middle of struggle for so many things and it had come to a point where I just want to give up. I just thought that there are too many things to catch up and too many things to be fixed. But, as much as I want to give up, deep down inside my heart, I prefer to stay and try my very best to find my way to face all of these at once. If I step back and turn away, I am not going to win this battle and that sucks even more. To be defeated would ache more than facing the fight and got bleed.

I know I need to rise and have the courage to step forward. I need to change myself to be a better person. I want to be that Muslimah who is always busy managing her career, seeking knowledge, finding out ways to contribute to the ummah, serving her parents, family and friends excellently, and so much more! 

I know I can and I know I am not alone. I have so many excellent Muslimah icons for me to look up to and be inspired with. And of course, above all, I have Allah swt to guide me through all of these challenges and hardships. Insya Allah, I can do this!

Just Do It

Assalamualaikum wbt

This is a very quick one.

Dear beloved Muslims,
Had you come to a point of break down or frustration,
Or you just feel lazy to do your ibadah,
Please wake straight up and JUST DO IT.
Seek forgiveness and ask to keep your iman at its highest position.
Please. I beg you.
You JUST HAVE TO DO IT.
Because one missing prayer, one missing quran recitation,
Can make you vulnerable,
And syaitan can invade you JUST RIGHT AT THAT MOMENT.
So please.


I'm Not A Muslim, But...

Assalamualaikum wbt

After the Paris attack that occurred recently, Western medias have make it such a huge headline in the newsfeed, causing so much stereotypes to the Muslims entirely without knowing the fact that the so called ISIS are not even Muslims. Even if they are, they are not true Muslims. Seriously, which religion taught a human to do such cruel act to the innocents?

I was browsing on Youtube videos recently, and I stumbled upon this video. "I'm Not A Muslim, But...". It's a video containing little 'speech' and thoughts by some random people saying so much beautiful things about Muslim. Watching it made me feel a little (actually so much) relieve that not all are badly influenced by the media spinning on the terror attack. We still have lots and lots of wonderful people that believe that true Muslims would not do such indecent and horrible act, and that Islam means peace =)




Badiuzzaman Said Nursi

Assalamualaikum wbt



Kebiasaannya bila aku dah tak dapat tumpukan perhatian dalam kelas, buku catatan akan aku buka dan mula menulis. 




Malu

Assalamualaikum wbt

Baru terjatuh sebab lantai licin pun kau dah rasa malu sebab kau jatuh depan orang ramai.
Padahal itu bukan salah kau pun.
Cuba kau bayangkan kau di padang mahsyar nanti.
Satu per satu amalan kau, kesalahan kau akan dipaparkan di khalayak ramai, yang ramainya sejak dari zaman nabi Adam sehinggalah kiamat.
Sudah tentu berkali-kali ganda rasa malu kau.
Tak cukup malu, rasa sesal pula tu.

Bayangkan.


Practicing Muslim

Assalamualaikum wbt

One day during my internship in The Garden, I was asked by the Nepalese staff over there,

"Jie Jie, why do you sit down when you're drinking?"

And I have quite a hard time explaining to him because… he does not know what is sunnah, or who is Muhammad SAW, and he doesn't even know what is prophet! How was I going to explain??!

At last, "Ermm. Islam teach us to do this.". Simple, but not a satisfaction definitely, and he just said "Ohhh" and nodded.

Few days after, while I was drinking, he called me, "Jie jie, why you no sit down?".

At that time, I could only say, "Oh! I forgot!". But I immediately thought, "Shame on you lah!"

Because 'yesterday' you explained about it with enthusiasm, and 'today' you do not practice what you've preached. You are being inconsistent. However, on the positive side of it, it served as a reminder for me.

Carrying yourself as a Muslim in a place where people do not understand your religion can be tough, but that's the challenge, and that's perhaps a way for me to always remind myself to show good vibes and examples for the non-Muslims especially. 

And from that day onward, more questions were being asked. I couldn't explain with the correct terms, but as long as he understood, that was good enough for me. And the best thing is, he would always be asking " Jie jie, you pray already?" or  when he needed to walk on a narrow area, "Jie jie, excuse me pleaassseeee. I want to walk. Cannot touch touch maaa".

There  =)



"I'm not a good Muslim, but I'm a practicing Muslim" 


Kita Semua Bersaudara

Assalamualaikum wbt

Sewaktu cuba mendapatkan penajaan daripada sebuah kedai buku di Bangi,

Pekerja: Maaf, saya tak boleh buat apa-apa. Tapi saya boleh bagi nombor pemilik kedai ni untuk kamu bincang bersama nanti.

Diserahkannya nombor telefon dan nama pemiliknya yang bernama Siti.

Asiff: Terima kasih. Bagaimana kami patut gelar beliau? Cik atau Puan?

Pekerja: Panggil sahaja 'sister'. Kami di sini memanggil sesama kami dengan 'sister' dan 'brother'. Kita semua saudara dalam Islam. Panggil sahaja 'sister'.

Masya Allah, aku sangat terharu dan tersentuh dengan kata-kata pekerja tu. Terasa kita disambut baik dan dialu-alukan sangat apabila diucap begitu. Dia mengiktiraf kita sebagai saudaranya atas nama agama. Dan inilah sebaiknya akhlak Muslim yang patut ditonjol pada semua, yang patut diamalkan dan disemai dalam diri setiap yang bergelar Muslim.

Lantas aku teringat petikan daripada sebuah hadis mengenai hubungan sesama Muslim,

'… Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim yang lainnya, dia tidak menzaliminya dan mengabaikannya, tidak mendustakannya dan tidak menghinanya… '  (HR Muslim)

Allah swt berfirman,

إنماٱﻟﻣﺅﻣنونإخوة
'Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara' (surah Al-Hujurat, ayat 10)

Aku fikir ini juga sebuah teguran dan kesedaran secara tidak langsung buat aku. Pabila kita anggap sesama kita bersaudara, atas nama agama, dan kerana Allah, kita akan sentiasa hadir dan bertemu dengan prasangka yang baik, dan segala persengkataan boleh dielak, seterusnya bersatu demi menyumbang dan membangunkan ummah.


Moga kita semua diberi hidayah oleh Allah untuk sentiasa membudayakan akhlak yang baik, dan menjadi qudwah hasanah bagi orang lain untuk kembali kepada Allah dan mendekati agama ini. Insya Allah.



From Raindrops to Catastrophe

Assalamualaikum wbt


Taken from backyard
Do not underestimate how raindrops can cause so much destruction to the Earth.

The flood news is flooding the news feed of Facebook and it is tiring to see all of those. On the other hand, it is so much relieved and joy to see voluntary works and aid missions continuously be channeled to the victims. 

For all the things that He created, there will always be reasons. 
Hikmah.

Perhaps He is giving lessons and wake us up through this major warning. Thus we should all make efforts to pray and to seek the hikmah behind this catastrophe. 

Let's seek forgiveness, and pray that this disaster will be over. Let's pray for the victims to be strong and patient.  


MindRant 11

Assalamualaikum wbt

Beginilah dakwah dan tarbiyah sepatutnya. Membawa bersama orang yang dikasihinya.

"Sesungguhnya seorang muslim itu apabila dia berjalan di jalan dakwah, dia tidak berjalan dengan hatinya sahaja. Bahkan dibawa bersama hati saudaranya. Justeru, setiap pahala yang didapati sepanjang perjalananya pasti akan terbias buat saudara seperjuangannya."------Mustafa Masyur.



Qawiy Lillah!

Assalamualaikum wbt

Ujian itu akan datang melalui perkara yang kita sangat dan teramat lemah.
Itu, untuk lihat kebergantungan kita kepada Allah swt.
Kukuhkah pautan kita padaNya?

Sabarlah dengan keimanan dan keyakinan.
Kita akan kuat, pasti.
Sebelum itu, mari betulkan niat.
Segalanya perlu hanya kerana Allah.

Ini tidak lama.
Kerana hidup ini memang tak akan lama.
Sampai masanya nanti ada ganjaran akan diberi.
Kalaulah bukan di sini, tentunya di akhirat nanti.



Ada Apa Dengan Usrah?

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamualaikum wbt,

Sudah lama menyimpan hasrat, tetapi aku hentikan kerana takut.
Aku takut untuk menulis tentang ini.
Aku takut ada perasaan yang tidak sepatutnya hadir dalam hati aku.
Aku takut, tapi  aku beranikan diri dan berharap supaya penulisan yang ini,
bermanfaat.

Usrah
Mungkin perkataan 'usrah' itu sudah sebati dalam kalangan kita yang bergelar mahasiswa. Mungkin sudah sebati dalam kalangan mereka yang berlatarbelakangkan pendidikan sekolah agama. Tetapi jangan terkejut, bila ditanya pada orang yang paling dekat dengan kita tentang usrah, dan kita ditanya semula dengan soalan "Apa itu usrah?".

Usrah, perkataan arab yang bermaksud "keluarga". Tetapi dalam konteks penyebaran dakwah, usrah adalah satu medium untuk sama-sama membantu umat Islam khususnya, bagi memperoleh ilmu-ilmu agama dan berbincang mengenai sebarang kemusykilan ataupun percanggahan pendapat. Itu, berdasarkan apa yang aku faham.

Aku mula ikut usrah pada waktu asasi. Pada umur 18 tahun. Ingat lagi pesan Abi, "Nanti dah masuk U, cari-carilah usrah bila ada kelapangan.". Jadi atas pesanan itu, aku mula mengikut usrah. Terasa seperti dipermudahkan bila naqibah aku adalah bekas anak murid Ummi sendiri, jadi aku tak ada banyak masalah untuk biasakan diri.

Of course, banyak yang aku pelajari dan aku peroleh. Perlahan-perlahan aku mula mengikuti program daurah, rehlah dan sebagainya yang juga merupakan sebahagian daripada wasilah tarbiyah. Selain itu ada lagi program-program lain seperti mukhayyam(perkhemahan) dan MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa). Aku cuba hadiri setiap halaqah dan program-program yang dibuat. Jarang sekali aku tak dapat hadirkan diri.

Ujian
Namun semuanya mula berubah apabila aku mula masuk degree. Kumpulan usrah aku mula dirombak dan aku diberi kumpulan baru, bersama naqibah baru. Aku mula jadi tidak biasa. Waktu tu aku tak faham kenapa perlu ada rombakan. Bermaksud aku belum faham apa tujuan usrah tu sebenarnya. Soalan aku juga tidak mendapat jawapan yang dapat memuaskan hati. Semuanya seperti samar-samar. Sehinggakan aku mula mempersoalkan banyak perkara tentang perlaksanaan usrah.

Apabila berlaku sekali lagi rombakan kerana naqibah aku berkahwin dan berpindah, aku kebetulan sudah mula sibuk dengan program-program kolej. Setiap kali dimaklumkan tentang kehadiran usrah pada minggu tersebut aku pasti  tidak dapat hadir kerana kekangan program di kolej. Sehinggalah kali ketiga atau keempat berturut-turut aku tidak dapat hadir, aku tiada lagi mendapat mesej daripada naqibah. Itu, lagi buat aku bertanya dan kecewa. Dan mulai itu juga, tanpa sedar aku mula jauh daripada usrah.

Kosong
Hampir setahun juga aku tinggalkan usrah. Lain rasanya apabila tidak mengikuti usrah. Terasa diri sudah banyak lalai dan kurang diingatkan.

Yes. Untuk seseorang yang sudah terbiasa dengan usrah, dia akan merasakan bahawa usrah itu adalah salah satu wadah untuk memperbaharui iman. Dalam hari-hari biasa mungkin hatinya sudah dibahagi-bahagikan kepada pelbagai komitmen lain yang bisa membuatkan diri lalai dan jauh daripada mengingati Allah. Jadi dengan usrah pada setiap minggu itu sekurang-kurangnya dapat mengumpulkan kembali hati dan jiwa yang telah berpecah-belah, dan menyatukannya melalui diskusi-diskusi ilmu, tadabbur Quran dan ukhuwah sesama ahli usrah sendiri.

Sedar akan kelemahan diri dan sedar usaha yang perlu aku lakukan untuk mengejar redha Allah, maka aku kuatkan diri, dan minta seorang rakan rapat untuk carikan usrah. Akhirnya, selepas hampir setahun, aku kembali dengan usrah. Nak menangis rasanya waktu tu. Terharu sebab ada yang sudi membantu, terharu sebab ada yang sudi menerima, terharu sebab Allah permudahkan jalan.

Dan mulai dari hari itu, tarbiyah aku bermula semula. Aku anggap itu sebagai usrah yang pertama kali kerana tempoh aku tinggalkan tu terlalu lama.

Kefahaman
Awal semester ini, aku hadiri program Gathering Ikram Siswa yang menggabungkan semua ahli-ahli usrah di bawah Ikram. Pada program inilah aku memperoleh lebih kefahaman tentang konsep usrah yang sebenarnya. Peserta diterangkan dengan terperinci tentang tujuan usrah, cara perlaksanaannya, mengapa perlu ada rombakan, mengapa perlu ada wasilah tarbiyah yang lain, apa itu muwasafat tarbiyah dan apa itu maratib amal. Kami juga dijelaskan tentang kepentingan usrah dalam kehidupan dan mengapa ianya perlu untuk membentuk umat Islam yang kuat demi kesejahteraan agama, bangsa dan negara.

Soalan-soalan aku terjawab. Aku yakin ini jalan yang betul dan penjelasan yang telah diberi menguatkan semangat dan keyakinan untuk terus mengikuti usrah.

Aku ingat lagi ada kawan usrah pernah bercerita, mereka ditanya tentang sejauh mana kesanggupan mereka untuk mengikuti usrah. Adakah sekadar mengisi masa lapang? Adakah akan berhenti bila sudah habis belajar? Adakah mampu untuk teruskan usrah apabila sudah berkahwin dan berkeluarga nanti?

Itu... soalan-soalan yang sangat menyentap jiwa.

Pengikat Hati
Usrah adalah pengikat hati-hati yang sedang mencari keredhaan Allah. Yang mahu dengan sungguh untuk masuk ke syurga. Yang rela untuk berkorban sedikit masa dan tenaga dan mungkin juga kasih sayang, demi menjadi individu yang lebih baik, soleh dan solehah, dan mendapat tempat di sisiNya nanti.

Aku orang yang beruntung kerana ditunjukkan padaku jalan yang lurus dan benar. Mahu tidak mahu saja perlu aku putuskan. Aku bersyukur, aku putuskan untuk mengikutinya walaupun ada susah dan payah yang perlu aku tempuh. Itulah cabarannya. Dan aku adalah orang yang rugi andai aku tidak usaha merubah diri ke arah yang lebih baik setelah melalui fasa-fasa tarbiyah.

I'm far from reaching the perfection. Far from being a perfect muslimah. Jauh sekali juga untuk menjadi seperti wanita-wanita di zaman Rasulullah yang peribadinya dan kisah-kisahnya sangat aku kagumi. Orang-orang terdekat tahu apa kelemahan dan kekurangan aku. Tetapi aku tahu aku perlu usaha ke arah itu. Langkah ku ini masih perlahan kerana pernah aku melangkah jauh sehingga aku sesat dan akhirnya berpatah semula. Tetapi tidak mahu aku terlalu lambat kerana takut tertinggal, jadi aku harus pantas. Ajal juga tidak menunggu.

Semoga sampai bila pun, aku akan tetap istiqamah di atas jalan ini. Jika aku mampu dan cukup kuat nanti, mahu aku bimbing sekali insan lain yang masih tercari-cari ke mana mahu pergi. 

Coretan ini setakat di sini. Moga ada manfaat buat yang teserempak dan membacanya nanti.
Semoga dipermudahkan dan diizinkan. 
Insya Allah.